5 Gol Bunuh Diri PSS vs PSIS Coreng Persepakbolaan Nasional

5 Gol Bunuh Diri PSS vs PSIS Coreng Persepakbolaan Nasional

Langkah tak terpuji dilakukan oleh dua tim yang berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia yaitu PSS Sleman dan PSIS Semarang. Perisitiwa memalukan itu terjadi saat kedua tim bertanding pada laga terakhir babak delapan besar Divisi Utama Grup N di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Sabtu (25/10) lalu. Memalukan karena, tercipta lima gol bunuh diri di laga itu yang membuat skor 3-2 untuk kemenangan PSS.
PSS vs PSIS
Ini benar-benar kejadian yang memalukan bagi sepakbola Indonesia. Istilah ‘sepakbola gajah’ kembali terulang. Kedua tim sepanjang pertandingan terlihat sama-sama tidak ingin menang. Hingga akhirnya, pemain PSS, Agus Setyawan memulai aksi bunuh diri pada menit ke-78.Yang disusul gol bunuh diri kedua oleh Hermawan Putra Jati sepuluh menit kemudian. PSIS yang dihadiahi dua gol, tak mau kalah. Dalam tiga menit, para penggawa tim Mahesa Jenar langsung ‘membalas budi’ dengan torehan tiga gol bunuh diri mereka lewat kaki M. Fadli (89), dan Komedi (90 dan 91).
Melihat Kejadian memalukan PSSI pun turun tangan. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menetapkan keputusan terkait insiden lima gol bunuh diri pada laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang, Sabtu (25/10) lalu. Usai sidang, ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan, mengatakan pihaknya telah menetapkan untuk mendiskualifikasi kedua tim tersebut dari kompetisi Divisi Utama 2014.
Dengan demikian, PSS maupun PSIS yang sebelumnya sudah dipastikan lolos ke babak semi-final tidak bisa meneruskan kompetisi lagi. Otomatis, mereka tak bisa berjuang lagi untuk memperebutkan jatah lolos ke jenjang Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Walaupun begitu, Hinca Panjaitan mengatakan sanksi terhadap kedua tim masih belum usai. Menyusul, masih ada investigasi lanjutan yang akan dilakukan oleh Komdis terkait hal itu. “Komdis akan melakukan investigasi lanjutan kepada pemain maupun pihak terkait lainnya. Dengan demikian, bisa saja ada hukuman atau ancaman lain seperti degradasi kepada klubnya,” jelas Hinca.
Selain itu, komdis juga meminta kepada Komisi Wasit PSSI untuk tidak menugaskan dulu perangkat pertandingan laga tersebut hingga investigasi selesai. “Sebab, wasit seharusnya bisa menghentikan itu. Saya bilang kepada wasit tadi ‘seharusnya kamu melindungi integritas sepakbola’. Ini yang disebut namanya pembiaran,” tambah Hinca.
Ketua Komisi Disiplin Hinca Pandjaitan menegaskan, bahwa tidak ada ampun bagi para pelaku yang mencederai slogan fair play dalam laga pamungkas Grup N delapan besar Divisi Utama antara PSS Sleman dan PSIS Semarang. “Sudah dipastikan yang melakukan gol bunuh diri tidak ada ampunnya. Siapa yang menyuruh, melakukan, dan aktor yang terlibat, minggir dari sepak bola Indonesia,” tegas Hinca di Kantor Pusat PSSI, Senin (27/10).

Video 5 Gol Bunuh Diri PSS Sleman vs PSIS Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *