Buntut Penghinaan Kepada Nabi Muhammad SAW, 12 Orang Tewas di Perancis

Buntut Penghinaan Kepada Nabi Muhammad SAW, 12 Orang Tewas di Perancis

Sekelompok orang bersenjata menyerang menyerbu kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo di Paris pada Rabu (7/1/2015). Akibat peristiwa ini sedikitnya 12 orang tewas. marin. Keterangan saksi mata menggambarkan detik-detik pembantaian di Charlie Hebdo oleh tiga pelaku yang diidentifikasi sebagai Said Kouachi (34), Cherif Kouachi (32) dan Hamyd Mourad (18). Baru masuk ke dalam gedung, pelaku langsung melepas tembakan dengan brutal.
Serangan ini dimulai pada Rabu (7/1) sekitar pukul 11.30 waktu setempat, ketika dua pelaku memaksa masuk ke kantor yang ada di Paris bagian timur tersebut. Pelaku langsung menembak seorang teknisi yang ada di meja resepsi.
Korban Penyerangan
Pelaku juga menembak sejumlah jurnalis yang tengah menghadiri rapat redaksi di salah satu ruangan. Pelaku berpapasan dengan ilustrator Corinne Rey di lantai dasar dan memintanya untuk memasukkan kode untuk membuka pintu masuk ke kantor Charlie Hebdo.
Dalam serangan yang hanya berlangsung sekitar 5 menit, para pelaku menembak mati seorang polisi yang ditugaskan berjaga di dalam kantor. Sedikitnya 8 jurnalis dan editor yang ada di dalam kantor Charlie Hebdo juga ditembak mati. Total korban jiwa adalah 12 orang.

Penyebab Penembakan

Pemimpin Redaksi Stephane Charbonnier, yang dikenal sebagai Charb, dan kartunis yang dikenal dengan nama Cabu, Tignous dan Wolinski tewas dalam serangan di markas majalah Charlie Hebdo, dimana mereka memperoleh ketenaran karena berulang kali menerbitkan karikatur menghina Nabi Muhammad.
Untuk diketahui, Stephane Charbonnier, Pemred majalah penghina Islam tepat pada awal Januari 2013 lalu pernah menerbitkan komik menghina Nabi Muhammad SAW. Ia bahkan memberikan pernyataan mengolok-olok, bahwa komik yang menggambarkan biografi Nabi Muhammad versi Charlie Hebdo itu sebagai komik halal.
Ulah majalah Charlie Hebdo yang berulang kali menghina Nabi Muhammad membuat umat Islam marah.  Pada 2011, kantor Charlie Hebdo pernah dilempar bom api dan situsnya dibajak setelah menerbitkan edisi ‘Charia Hebdo’ yang memuat beberapa gambar kartun Muhammad. Stephane Charbonnier mendapat sejumlah ancaman pembunuhan. Penanggung jawab penerbitan Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Charb itu hidup dalam perlindungan pihak kepolisian. Hingga akhirnya dirinya harus membayar mahal ulah menghina Islam tersebut dengan tewas mengenaskan dalam serangan mematikan di kantor majalah penghina Islam Charlie Hebdo.

Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Publik Prancis memulai masa berkabung setelah insiden penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo di Paris. Bendera setengah tiang dikibarkan di wilayah-wilayah Prancis. Seperti diumumkan Presiden Prancis Francois Hollande dalam pidatonya, masa berkabung ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Kamis (8/1) waktu setempat. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2015). Warga serta gedung-gedung dan kantor yang ada di Prancis diminta untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, terutama 12 korban yang tewas dalam serangan brutal tersebut.

Polisi Prancis Tangkap Pelaku Penembakan

Polisi berjaga di Menara Eiffel
Kepolisian Prancis telah menahan beberapa orang dalam perburuan dua pria kakak-beradik yang melakukan penembakan brutal di kantor majalah satir Charlie Hebdo. Sejauh ini, sudah tujuh orang yang ditahan. Kedua kakak-beradik bernama Cheriff Kouachi (34) dan Said Kouachi (32) yang masih dikejar polisi tersebut, terkait dengan jaringan teroris Yaman. Salah satunya, Cheriff Kouachi, bahkan pernah dinyatakan bersalah atas dakwaan terorisme pada tahun 2008.
Polisi Prancis Tangkap Pelaku Penembakan
Sementara itu Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengkonfirmasi di radio RTL, kedua pelaku sudah tak asing bagi badan-badan intelijen dan telah masuk dalam radar mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *