5 Fakta Michelangelo Yang Melegenda Tapi Jarang Dibicarakan

5 Fakta Michelangelo Yang Melegenda Tapi Jarang Dibicarakan

Fakta Michelangelo - Foto Ilustrasi Michelangelo
Ilustrasi Foto Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni

Sering dengar tentang Michelangelo dan karya seni nya yang legendaris? Simak fakta Michelangelo yang jarang dibicarakan.

Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni atau lebih dikenal dengan nama Michelangelo, lahir di Caprese 6 Maret 1475 dan meninggal pada 18 Februari 1564 di Roma. Ia adalah pematung, pelukis, arsitek, dan penyair Italia dianggap sebagai salah satu seniman paling berbakat di Dunia. Bagi Anda yang belum mengetahui siapa Michelangelo, inilah 5 fakta Michelangelo yang melegenda tapi jarang dibicarakan.

1. Kasus Penipuan

Pada 1496, Michelangelo memahat patung bidadari dengan gaya Yunani Kuno. Dia kemudian menjualnya ke dealer bernama Baldassare del Milanese, yang menjualnya lagi ke Kardinal Riario dari San Giorgio. Riario kemudian mendengar desas-desus tentang penipuan patung tersebut. Untungnya, ia bisa kembali mendapatkan uangnya. Bukannya merasa ditipu, Riario malah terkesan dengan keterampilan Michelangelo sehingga dia mengundangnya ke Roma. Michelangelo akhirnya memenangkan komisi untuk mengukir Pieta, karya yang pertama kali menjadikan namanya sebagai seniman.

Patung Pieta Michelangelo
Patung Pieta karya Michelangelo

2. Michelangelo mengukir "David" dari balok marmer yang dibuang.

Pada tahun 1501, Michelangelo baru berusia 26 tahun, tetapi ia sudah menjadi seniman paling terkenal. Nah, David adalah salah satu patung menakjubkan yang ia ciptakan di antara tahun 1501 dan 1504. David awalnya ditugaskan oleh Opera del Duomo untuk Katedral Florence.

Proyek ini dimulai pada 1464 oleh Agostino di Duccio dan kemudian dilanjutkan oleh Antonio Rossellino pada 1475. Kedua pematung itu pada akhirnya menolak balok marmer yang sangat besar dengan ketidaksempurnaannya yang mungkin mengancam stabilitas patung yang tersebut.

Blok marmer yang luar biasa ini tetap diabaikan selama 25 tahun. Ketika ia mulai, Michelangelo memiliki kepercayaan bahwa sosok yang ia ukir sudah ada sepenuhnya terbentuk di dalam blok batu tersebut. Kemudian, digunakanlah batu yang tidak dipakai oleh 2 orang sebelumnya, lalu jadilah patung David yang sangat menakjubkan.

Patung David karya Michelangelo
Patung David legendaris karya Michelangelo

3. Menulis Puisi

Selain menjadi pelukis dan pemahat, Michelangelo juga sangat jago dalam membuat puisi. Sepanjang hidupnya, Michelangelo menulis lebih dari 300 puisi. Soneta yang paling mengesankan ditulis untuk teman dekatnya, yaitu Vittoria Colonna. Michelangelo membuat puisi dengan berbagai topik. Walaupun tidak pernah diterbitkan secara resmi, puisi-puisinya sudah lumayan terkenal diantara para sastrawan.

4. Biografi Michelangelo

Michelangelo adalah seniman pertama yang biografinya diterbitkan ketika ia masih hidup. Dua biografi diterbitkan tentang dia selama masa hidupnya, salah satunya oleh Giorgio Vasari. Ia berpendapat bahwa Michelangelo adalah puncak dari semua pencapaian artistik sejak awal Renaissance.

Meskipun demikian, atau mungkin karena kepribadiannya yang menarik, orang Italia memuja Michelangelo hingga akhir hidupnya. Dia dikenal sebagai "Il Divino", dan semua orang ingin mengetahui fakta-fakta kehidupannya. Ini mungkin yang menyebabkan Michelangelo mempublikasikan bukan hanya satu, tetapi dua otobiografi sepanjang hidupnya.

5. Kehidupan Michelangelo

Michelangelo tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak. Meskipun ia tumbuh menjadi orang kaya, fakta menarik tentang Michelangelo adalah bahwa ia hidup dalam keadaan jarang berganti pakaian atau bahkan mandi. Dikatakan bahwa pakaiannya sangat kotor dan menempel di tubuhnya sehingga ketika dia meninggal mereka harus dipotong dan dikupas darinya.

Di usia senja sang artis menjalani kehidupan yang menyendiri. Michelangelo hidup dengan banyak ciri kepribadian seniman klasik. Dia keras pada dirinya sendiri dan pekerjaannya. Dalam salah satu dari banyak suratnya tentang karyanya di Kapel Sistine ia menulis, "Saya bukan pelukis." Dia sering merasa tidak puas dan dikenal karena suasana hatinya yang kritis dan tidak stabil. Faktanya, salah satu rekannya dalam studi, Pietro Torrigiano, sangat marah dan cemburu dengan Michelangelo karena bakatnya sehingga dia memukul hidungnya sampai bengkok.

Itulah 5 fakta Michelangelo yang melegenda tapi jarang dibicarakan. Walaupun sudah ada dari beberapa tahun silam, karyanya masih sangat menempel dan tetap menjadi seniman favorit.

Cerita Pedro Rordigue Filho, Pembunuh Berantai yang Justru Dianggap Sebagai Pahlawan

Cerita Pedro Rordigue Filho, Pembunuh Berantai yang Justru Dianggap Sebagai Pahlawan

Cerita Pedro Rordigue Filho
Pedro Rordigue Filho

Hai sobat. Kali ini kita akan bahas mengenai sosok pembunuh berantai yang dianggap pahlawan oleh dunia yakni Pedro Rordigue Filho. Bagi anda yang belum mengetahui cerita Pedro Rordigue Filho, maka anda perlu membaca dan menyimak artikel ini sampai selesai agar anda bisa memberi sudut pandang mengenai pahlawan atau penjahat kah sosok Pedro ini?

Penjahat atau Pahlawan kah Pedro Rordigue Filho?

Pedro Rordigue Filho adalah pria kelahiran Santarita Brazil yang kabarnya sudah menghilangkan lebih dari seratusan nyawa manusia. Waaw Psikopat authentic ya ternyata si Pedro ini. Dia punya nama panggilan loh, yaitu Pedrinho Matador (Killer Petey). Dan kalau pada umumnya korban pembunuhan dari Psikopat adalah orang-orang biasa, lain ceritanya dengan Pedro karena dia hanya membunuh orang-orang jahat yang sudah terbukti telah melakukan tindakan kriminal.

70 Kasus Pembunuhan, salah satu korban adalah Ayahnya Sendiri

Kabar lain memberitahukan bahwa Pedro bertanggung jawab atas tujuh puluh kasus pembunuhan. Dan salah satu korban diantaranya adalah ayahnya sendiri. Kenapa Pedro sampai melakukan hal seperti itu? Ada trauma apa di masa kecilnya hingga Pedro tumbuh menjadi Psikopat authentic?

Pedro Rordigue Filho Lahir Cacat

Pedro lahir di daerah Brazil pada 17 Juli 1954 dan memulai kehidupan dengan tidak sebaik manusia pada umumnya. Pedro lahir dengan tengkorak terluka karena saat dirinya masih dalam kandungan, ayahnya menendang perut ibunya ketika terjadi perkelahian suami istri. Pedro melakukan pembunuhan pertamanya pada usia 14 tahun.

Pada waktu itu Pedro menembakan peluru tajam kepada wakil wali kota Santa Rita. Ia menembaknya tepat di depan balai kota. Penyebab Pedro menembak wakil walikota tersebut adalah pemecatan ayahnya yang bekerja di sana. Pedro kesal karena ayahnya yang mencari nafkah disana dipecat dengan tidak terhormat.

Secara, ayahnya dipecat karena dituduh telah mencuri makanan di sekolah. Tak lama setelah pembunuhan pertama, Pedro melakukan pembunuhan keduanya. Korban selanjutnya adalah penjaga sekolah lain yang merupakan pencuri sebenarnya atas tuduhan yang disangka pada ayahnya.

Pacarnya Menjadi Korban Pembunuhan Anggota Geng

Setelah melakukan pembunuhan kedua, Pedro melarikan diri ke daerah Sao Paulo Brazil. Dan sesampainya disana, Pedro membunuh pelaku pengedaran narkoba dan perdagangan manusia. Disana Pedro juga bertemu dengan Maria Olympia yang menjadi kekasihnya dan hidup bersama sampai akhirnya Maria dibunuh oleh anggota geng.

Kematian Maria tersebut, mendorong keinginan Pedro untuk melakukan kejahatan berikutnya. Dan benar saja, Pedro melacak anggota demi anggota geng yang ada kaitannya atas pembunuhan Maria. Dia menyiksa mereka dan membunuhnya untuk melancarkan misinya dalam menemukan anggota geng yang mengambil nyawa Maria.

Cerita Pedro Rordigue Filho dan senjatanya
Pedro Rordigue Filho dengan senjata favoritnya

Pembunuhan berikutnya yang dilakukan Pedro juga merupakan motif pembalasan. Korbannya kali ini adalah ayahnya sendiri yang telah membunuh ibunya dengan 21 pukulan menggunakan parang. Karena melakukan pembunuhan terhadap ibunya, ayah Pedro pun dipenjara.

Nah, penjara itulah yang menjadi tempat atau plot terjadinya pengeksekusian nyawa ayahnya sendiri. Pedro mengunjungi ayahnya yang ditahan oleh polisi dan ketika sampai di tempat ayahnya ditahan, Pedro menusuk ayahnya dengan 22 tusukan serta membongkar organ hati ayahnya dan mengunyahnya mentah-mentah.

Ditangkap pada 24 Mei 1973

Akhirnya Pedro ditangkap pihak kepolisian pada 24 Mei 1973. ketika ditangkap, Pedro dimasukan ke dalam mobil bersama pelaku kriminal lain yang melakukan pemerkosaan. Setelah tiba di kantor polisi, pintu mobil pun dibuka dan betapa kagetnya polisi tersebut karena melihat pelaku pemerkosaan yang dibawa satu mobil bersama Pedro telah tewas. Siapa pembunuhnya? Yaps. Benar sekali, Pedro Rordigue Filho lah pembunuhnya.

Bahkan di penjara sekalipun, Pedro tetap melancarkan aksinya terhadap rekan narapidana. Tercatat ada 47 korban narapidana yang dibunuh oleh Pedro semasa menjalani hukuman di penjara. Menurut cerita Pedro Rordigue Filho, korban yang dibunuh adalah orang-orang yang memang pantas dibunuh karena tindakan kriminal mereka. Ketika ditanya kenapa korbannya penjahat, Pedro mengatakan bahwa dia mendapatkan sensasi kepuasan dan kegembiraan tersendiri setelah membunuh penjahat lainnya.

Pedro akhirnya keluar dengan bebas di tahun 2007 setelah menjalani masa hukuman 34 tahun lamanya di dalam penjara di Brazil (30 tahun hukuman maksimum dan tambahan 4 tahun karena membunuh di dalam penjara).

Nah setelah mengetahui cerita Pedro Rordigue Filho ini, apakah menurut anda Pedro adalah penjahat, atau pahlawan?

Misteri Perampokan Bank Terbesar di Jepang Yang Tak Terpecahkan

Misteri Perampokan Bank Terbesar di Jepang Yang Tak Terpecahkan

Pada tahun 1968, komplotan perampok berhasil mencuri sebuah bank di Jepang dan sampai dengan saat ini kejadian tersebut masih menjadi misteri perampokan Bank terbesar di Jepang yang belum tuntas dan terpecahkan.

Perampokan bank terbesar di jepang
Perampokan Bank terbesar di Jepang

Para perampok berhasil mencuri uang sebesar 300 juta yen atau kalau dirupiahkan sebesar 43,11 Miliar. Angka tersebut sangat fantastik dan besar sekali apalagi kasus ini sampai dengan detik ini tidak diketahui siapa saja yang tergabung dan ikut andil dalam perampokan tersebut.

Perampokan Bank Terbesar di Jepang

Sebelum perampokan Bank tersebut, ada beberapa kejadian yang dialami pada saat sebelum, sedang dan sesudah pencurian yang paling besar itu terjadi. Hanya hal-hal tersebut yang dapat diketahui pemerintah Jepang dan mengenai siapa saja yang masuk ke dalam orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak ada informasi apapun.

Berikut fakta-fakta kejadian pada saat perampokan Bank terbesar di Jepang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Adanya teror bom dari pihak para perampok

Misteri perampokan Bank terbesar di Jepang yang tak terpecahkan sampai dengan saat ini terjadi setelah mendapatkan ancaman teror bom. Ancaman tersebut menjadi keresahan bagi para seluruh karyawan yang berada di dalam gedung Bank tersebut.

Pihak Bank itu langsung melaporkan ancaman yang mereka terima kepada pihak polisi yang jelas akan menangani hal tersebut. Namun beberapa hari kemudian, ancaman tersebut tidak terbukti.

Para perampok melakukan aksinya

Setelah beberapa hari berselang, tepatnya bulan Desember tahun 1968. Bank di Jepang yang menjadi sasaran para perampok akan mengantarkan uang senilai 300 juta yen atau 43,11 milyar ke tempat tujuan mereka.

Polisi gadungan
Polisi atau perampok ?

Karena ketatnya pengawasan yang pihak Bank sediakan terdapat empat pegawai Bank yang tugasnya untuk menjaga uang yang mereka bawa selamat sampai tujuan. Tetapi di tengah perjalanan mereka, tiba-tiba muncul dengan seketika seorang polisi yang merupakan polisi gadungan dengan mengendarai sepeda motor mendekati mobil yang mereka kendarai dan meminta empat pegawai tersebut keluar dari mobil lalu memberi tahu bahwa rumah dari salah seorang manajer mereka sudah meledak akibat bom.

Polisi gadungan
Polisi gadungan pelaku perampokan bank Jepang

Mereka berfikiran bahwa teror bom itu ternyata benar adanya. Karena diliputi oleh rasa khawatir dan ketakutan, polisi yang merupakan salah satu perampok tersebut mendapatkan kesempatan untuk mengelabui para pegawai dengan mengatakan bahwa mobil yang mereka tumpangi akan segera meledak karena terdapat bom di bawahnya.

Sontak para pengemudi beserta pegawainya langsung turun dari mobil dan berlari tanpa menghiraukan uang yang sedang mereka bawa dalam jumlah yang cukup besar. Karena mobil tersebut sudah kosong, maka perampok itu dengan mudahnya masuk ke dalam mobil dan membawa kabur uang yang ada di dalamnya.

Perampok tidak ditemukan sampai dengan sekarang

Para penduduk di Jepang, sangat percaya penuh terhadap polisi. Hal itu dimanfaatkan oleh perampok itu dengan mencat sepeda motor menyerupai polisi dan juga seragam yang digunakannya pun sama persis dengan seorang polisi.

Seragam polisi Jepang
Seragam polisi Jepang

Sampai dengan saat ini sudah 51 tahun berselang, kasus tersebut tetap menjadi Misteri Perampokan Bank Terbesar di Jepang. Sangat disesali bahwa sang perampok benar-benar seorang yang sangat ahli hingga sampai dengan sekarang jejaknya pun tidak diketahui keberadaannya.

Untuk menyelidiki kasus ini, pihak bank sudah mengeluarkan biaya yang lumayan banyak sekitar 12 juta dollar Amerika dan melibatkan ratusan detektif untuk mencari seorang perampok yang sudah sangat mahir tersebut. Bahkan ada beberapa detektif yang tewas pada saat menyelidiki kasus tersebut mungkin karena sudah hampir menemukan perampok bank itu.

45 tahun semenjak kasus ini terjadi, para detektif dan pihak berwajib berhenti melakukan pencarian perampok kasus tersebut. Karena tidak adanya petunjuk apapun dan mereka sudah begitu lelahnya menangani kasus ini. Seakan tidak ada titik temu dari Misteri Perampokan Bank Terbesar di Jepang ini. Sangat diyakinkan bahwa sang perampok saat ini tersenyum lebar sambil menikmati uang yang begitu banyaknya tanpa harus khawatir akan ditemukannya identitas asli dari dirinya itu.