Punya masalah keuangan? Simak 4 Hal yang Mempermudah Anda Menghindari Masalah Keuangan

Punya masalah keuangan? Simak 4 Hal yang Mempermudah Anda Menghindari Masalah Keuangan

Jika melihat beberapa permasalahan yang sering dialami sebagian besar masyrakat adalah mengenai masalah keuangan. Memang masalah kali ini lebih sensitif ketimbang masalah lainnya. Bukan berarti orang yang memiliki penghasilan besar setiap bulannya tidak mengalami permaslahan pada keuangan. Bisa saja mereka masih menunggak hutang atau gaya hidup berlebihan yang menjadikan penghasilan bulanan tersebut kurang atau belum sebulan sudah habis untuk memenuhi kebutuhannya.

Nah, dengan demikian masalah keuangan pribadi Anda sering datang bukan karena gaji Anda yang kurang mencukupi. Namun, sebagian besar masalah ini datang akibat Anda tidak dapat mengatur dan merencanakan penggunaan uang Anda. Salah satu alasan mengapa seseorang bermasalah dalam mengatur keuangan, karena mereka tidak tahu cara merencanakan keuangan.

Sebenarnya, membuat rencana keuangan dapat dikatakan mudah, bila Anda mau melakukannya dan tekun belajar. Dapat dikatakan, ada 4 Hal yang Mempermudah Anda Menghindari Masalah Keuangan. Apa saja itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

  • Menghitung Pengeluaran Anda

Dengan menghitung semua pengeluaran yang Anda lakukan, Anda akan mengetahui bagaimana Anda menggunakan uang Anda sebenarnya. Hal ini dapat menjadi cara untuk mengendalikan uang yang Anda gunakan dan menghilangkan resiko datangnya masalah di masa mendatang.

Untuk melakukannya, Anda hanya perlu mengumpulkan semua bukti pengeluaran Anda, seperti tagihan kartu kredit, laporan kas maupun catatan pengeluaran yang Anda buat sendiri. Hal ini harus Anda lakukan dengan disiplin. Jangan lewatkan satu pun pengeluaran tanpa tercatat.

  • Atur Semua Hal dalam Satu Tempat

Anda dapat menyediakan buku khusus untuk mencatat segala hal yang berhubungan dengan uang, aset dan harta yang Anda miliki. Misalnya, pengeluaran per bulan, properti atau rumah yang Anda miliki, investasi, bisnis dan lainnya. Buat kategori-kategori dan bedakan tiap-tiap pengeluaran dan penggunaan uang Anda dalam kategori-kategori tersebut.

Anda juga dapat menggunakan aplikasi untuk melakukan hal ini dengan lebih mudah. Tentunya, Anda juga harus dapat menggunakan aplikasi seperti ini dengan baik. Bila Anda tidak mengerti cara menggunakannya, hal ini akan mengacaukan rencana keuangan Anda.

  • Rencana Penggunaan Uang

Buat rencana untuk penggunaan uang yang Anda miliki. Misalnya, Anda membuat rencana untuk membeli rumah, biaya pendidikan, membeli mobil hingga rencana untuk dana darurat. Taati rencana ini dengan sungguh-sungguh sehingga Anda tidak mendapatkan masalah keuangan di masa mendatang. Rencana ini juga akan dapat membantu Anda untuk menghemat gaji Anda.

  • Komitmen

Setelah Anda mencatat pengeluaran, mengelompokkan penggunaan keuangan Anda dalam kategori-kategori serta membuat rencana penggunaannya, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah berkomitmen terhadapnya. Bila Anda sudah membuat rencana yang sangat detail dan panjang, tetapi Anda tidak berkomitmen melakukannya, maka rencana tersebut akan sia-sia. Masalah keuangan tidak akan hilang dan mungkin akan bertambah besar.

Bila melihat 4 Hal yang Mempermudah Anda Menghindari Masalah Keuangan di atas, dapat dikatakan bila untuk menghindari masalah keuangan, yang perlu dilakukan adalah mengendalikan diri Anda. Dengan memiliki rencana ini, setidaknya Anda dapat lebih mudah mengendalikan diri Anda. Dan, cara mudah untuk melakukan hal ini adalah dengan hidup lebih sederhana. Karena, biasanya, semua masalah keuangan berasal dari gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan keuangan Anda sebenarnya. Semoga bermanfaat!

3 Hal Penting Perlu Diperhatikan Saat Mewariskan Investasi Sistem Reksadana Anda

3 Hal Penting Perlu Diperhatikan Saat Mewariskan Investasi Sistem Reksadana Anda

Investasi reksadana mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Investasi ini biasanya digunakan sebagai investasi jangka panjang, misalnya selama 10 atau 20 tahun. Namun, bila dalam masa tersebut, terjadi satu hal yang tidak diinginkan, dan pemiliknya meninggal dunia, apakah reksadana dapat diwariskan?

Gambar Investasi reksadana

Bila Anda melihat investasi reksadana, maka investasi ini sama saja dengan investasi lainnya, yaitu bersifat sebagai aset. Karena investasi ini merupakan aset, sudah tentu, pemiliknya dapat mewariskannya kepada orang lain. Tetapi, mewariskan reksadana berbeda dengan aset investasi lainnya. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

1. Pajak

Saat mewariskan reksadana, penerimanya tidak akan dikenakan pajak. Hal ini berbeda dengan properti yang merupakan obyek terkena pajak. Artinya, reksadana lebih menguntungkan dalam hal ini.

2. Prosedur

Prosedur pewarisan reksadana dapat dikatakan lebih rumit daripada produk investasi lainnya. Hal ini disebabkan, dalam investasi reksadana, tidak ada proses untuk memindah namakan atau pengalihan hak milik.

Dalam reksadana, Anda hanya akan menemukan 3 proses, yaitu pembelian, penjualan dan pengalihan. Pengalihan disini tidak seperti pengalihan hak milik, melainkan Anda menjual reksadana Anda dan menggunakan hasil penjualan untuk membeli reksadana lainnya. Proses pengalihan inilah yang dijadikan cara untuk mewariskan investasi reksadana.

Pada proses pengalihan, terdapat dua cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Warisan Tunai

Pada proses ini, investasi reksadana yang dimiliki pemilik lama akan dijual. Hasil penjualan akan diserahkan kepada ahli warisan dalam bentuk uang tunai.

  • Warisan Investasi

Pada proses ini, ahli waris akan meneruskan investasi reksadana pemilik lama. Namun, hal ini tidak dilakukan hanya dengan mengganti nama pemilik investasi tersebut. Hal ini disebabkan dalam reksadana, terdapat aturan SII (Single Investor Identification) atau satu orang untuk satu investasi.

Untuk mewariskan, maka ahli waris harus mengganti rekening yang menjadi tujuan pemasukan keuntungan dari investasi ini. Tetapi, produk investasi yang digunakan akan berbeda. Manajer Investasi akan menjual seluruh aset investasi reksadana pemilik lama. Hasil penjualan akan digunakan untuk membeli produk baru dengan rekening ahli waris sebagai tujuan utamanya. Agar proses ini berjalan lancar, ahli waris juga harus menyertakan dokumen yang lengkap. Mulai dari wasiat hingga surat kematian pemilik investasi reksadana tersebut.

3. Sengketa

Bila terjadi sengketa antara ahli waris, maka dibutuhkan dokumen yang lengkap untuk menunjuk ahli waris yang sah. Dokumen yang disertakan sudah disebutkan diatas, ditambah dengan surat pernyataan yang dilegasir notaris dan disetujui seluruh keluarga.

Pada dasarnya, bila Anda saat ini memiliki investasi reksadana, tidak ada salahnya, bila Anda mulai membuat wasiat atau rencana ke depannya. Hal ini diperlukan agar di masa mendatang tidak terjadi masalah dalam keluarga Anda yang disebabkan oleh reksadana Anda.

Demikian ulasan singkat mengenai 3 Hal Penting Perlu Diperhatikan Saat Mewariskan Investasi Sistem Reksadana Anda yang bisa di sampaikan. Semoga bermanfaat!