Fenomena driver grab dan kustomer yang mirip, ini kata sains.

Fenomena driver grab dan kustomer yang mirip, ini kata sains.

Saat ini sosial media sedang dihebohkan dengan video abang ojek online dan kustomernya yang memiliki wajah yang mirip, yang padahal mereka juga bukanlah saudara kandung. Pada awalnya kustomer pria yang memesan ojek online motor ini terkejut sekaligus tertawa karena melihat wajah driver yang sama dengan wajahnya.

Tidak hanya wajahnya yang mirip, mereka juga memiliki potongan kumis yang serupa. “Parah sih mirip banget, suara-suaranya mirip,” kata salah satu warga net.

Fenomena wajah yang mirip tetapi bukan saudara kandung dikenal dengan nama “doppelganger” di dalam dunia medis. Doppleganger juga didukung dengan ilmu sains.

Dari artikel berita yang dikutip dari Global News, Micheal Sheehan seorang asisten profesor neurobiologi dan perilaku(behaviour) dari Universitas Cornell menyatakan dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini bahwa wajah kita telah berevolusi karena pentingnya individualitas bagi spesies kita.

“Manusia benar-benar sangat beragam, tetapi kamu tidak melihatnya pada spesies lain,” kata Sheehan.

Kemudian faktor apa yang membuat seseorang bisa memiliki wajah yang mirip dengan orang lain atau spesies lain? Hal ini bisa saja karena pilihan dari gen kita sendiri. “Ini seperti Rubik’s Cube — kamu bisa mendapatkan banyak variasi. (Namun) ada semacam permainan angka untuk itu,” jelasnya.

Dari fakta yang ada, sebenernya kita tidak begitu beragam secara genetic. Jadi pada hasilnya, gen akan bergabung secara acak dan kemudian “membentuk” diri kamu seperti sekarang.

Walaupun mirip dari segi fisik doppleganger tidak berarti kembar genetic atau memiliki hubungan biologis, kurang lebih kita ini adalah duplikat bagi diri kita yang lain. Orang pada kasus driver gojek dan customer kembar ini mungkin saja memiliki wajah, senyum, bentuk dagu, dan warna mata yang sama, tetapi jika lebih diperhatikan lebih mendetil, kita akan tetap melihat perbedaan yang signifikan.

Akan tetapi bisa jadi itu karena persepsi atau mirip dari sudut pandang orang lain yang mengenal. Orang disekitar mungkin melihat beberapa fitur serupa yang menonjol pada ‘kembaran’ dan menyamakannya dengan orang lain yang sekilas mirip.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *