Krisis Utang Yunani dan Kacaunya Kondisi Yunani Pasca Bangkrut

Krisis Utang Yunani dan Kacaunya Kondisi Yunani Pasca Bangkrut

Seperti kita tahu Yunani telah gagal bayar (default) atas utangnya sebesar 323 milyar Euro yang merupakan 175 persen dari Produk Domestik Bruto negara Eropa lain maupun Bank Sentral Eropa (ECB). Belum lagi utang sebesar 1,6 milyar Euro dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang telah jatuh tempo. Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal bayar utang ke IMF, sebuah organisasi dari 188 negara yang mencoba untuk menjaga kestabilan ekonomi dunia. Akses Yunani ke IMF akan diputus hingga negara tersebut bisa melunasi utang-utangnya.
Yunani pun kini resmi menjadi negara bangkrut karena tidak punya uang untuk membayar utang sebesar USD 1,7 miliar atau setara Rp 22,7 triliun ke International Monetary Fund (IMF) yang jatuh tempo pada 30 Juni 2015 lalu. Sebenarnya Yunani bisa melunasi utangnya menggunakan dana bantuan yang diberikan tiga serangkai Uni Eropa, ECB dan IMF sekitar Rp 108 triliun. Namun, Yunani menolak syarat utang yang diajukan IMF, salah satunya pengurangan anggaran untuk gaji dan pensiun PNS dan menaikkan pajak di Yunani.  Kondisi Yunani semakin kacau setelah menyandang status bangkrut. Masyarakat mulai panik dan kekurangan uang. Bahkan banyak pensiunan menangis karena takut uang mereka tidak bisa diambil lagi karena perbankan masih saja tutup.

Kekacauan Yunani Setelah Dinyatakan Bangkrut

antrian atm di yunani

1. Bank kehabisan uang

Pemerintah Yunani telah menutup operasional perbankan mulai Senin (29/6) lalu. Pengambilan uang hanya boleh di ATM dengan jumlah dibatasi yaitu hanya USD 67 per hari kecuali untuk turis. Pemerintah kini menunggu keputusan referendum atau voting suara rakyat apakah Yunani harus menerima bantuan Eropa atau tidak. Voting rencananya akan digelar 5 Juli nanti.
Hal ini menyebabkan antrean gila hampir di semua ATM di Athena.
Dikutip dari Business Insider, perbankan Yunani saat ini dikabarkan kehabisan uang walau pemerintahnya telah mengeluarkan kebijakan kontrol modal dengan membatasi pengambilan uang.

2.Turis asing dipalak

Perbankan Yunani hingga kini masih belum beroperasi. Pengambilan uang hanya boleh lewat ATM, dan aturan ini juga berlaku untuk turis asing di sana. Namun demikian, pengambilan uang untuk turis tidak dibatasi nominalnya.
Namun demikian, menurut Business Inseder, turis asing di Yunani ‘dipalak’ dengan mengenakan tarif tinggi saat mengambil uang di ATM. Masyarakat Yunani sendiri dibatasi dalam ketika mengambil uang di ATM yaitu hanya USD 67 per hari.

3.Masyarakat panik dan pensiunan menangis

Situasi Yunani sangat tidak kondusif. Penduduk setempat panik dan takut perbankan Yunani tidak akan lagi beroperasi dalam waktu dekat. Masyarakat takut uangnya tidak bisa diambil lagi.

pensiunan menangis

Laporan terakhir yang dikutip dari Business Insider menyebut, beberapa bank di Yunani benar-benar kehabisan modal. Banyak nasabah yang tidak bisa mengambil di ATM karena uang sudah habis. Bahkan banyak pensiunan yang menangis di ruang terbuka Yunani.

4. Bank terancam tutup lebih lama

jika voting suara mengatakan tidak untuk bantuan Eropa maka dipastikan bank di Yunani masih akan terus tutup. Yunani tidak punya program sama sekali kecuali pemerintah Eropa tiba-tiba memutuskan untuk mengubah posisi. Bank sentral Eropa tidak bisa meminjamkan kepada bank Yunani selama tidak ada program, sehingga bank tidak memiliki uang tambahan melayani nasabah.

sumber merdeka.com

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *