Lama Menghilang, Bus Tingkat Kembali Beroperasi di Jakarta

Lama Menghilang, Bus Tingkat Kembali Beroperasi di Jakarta

Bus tingkat adalah bus dengan dua lantai, di atas dan di bawah. Dengan bus tingkat alias bus tempel ini maka penumpang yang diangkut bisa mencapai dua kali lipat. Namun bus ini dinilai tidak stabil lantaran posisi titik beratnya tinggi, sehingga hanya sesuai dengan kondisi jalan yang datar. Selain itu, penumpang berkebutuhan khusus juga sulit untuk naik ke lantai dua. Kelemahan lain bus ini adalah karena jalannya yang lambat. Beberapa jurusan bus tingkat yang pernah beroperasi di Jakarta antara lain Senen – Blok M, Blok M – Pulo Gadung, dan Blok M – Kota.
Seiring perkembangan pembangunan di Jakarta, tidak semua jalan ‘ramah’ pada bus model doubledecker itu. Karena tinggi, bus itu bisa menyangkut di terowongan. Selain itu konon sistem mesin di belakang mengakibatkan mudah terbakar.
Bus tingkat sudah hilang dari kebisingan arus lalu lintas Ibu Kota sejak akhir 1990-an. Diduga, pertimbangan penghapusan bus tingkat ini lantaran ruas jalan Ibu Kota sudah dipenuhi jalan layang dan underpass. Sangat sulit bagi bus ini untuk melaju di atas ruas jalan seperti ini.
Foto Bus Tingkat yang Baru
Bus tingkat baru di Jakarta
Namun Di Akhir tahun 2014 ini, masyarakat jakarta sepertinya akan kembali lagi menikmati berkendara dengan menggunakan bus tingkat. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta Ahok akan mengoperasikan Sebanyak 10 unit bus tingkat gratis yang melayani kebutuhan transportasi warga di jalur pelarangan sepeda motor di Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Seperti yang dilansir dari viva.co.id, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, 10 unit bus itu terdiri dari lima unit bus tingkat ‘Enjoy Jakarta’ yang sudah beroperasi, dan lima unit bus tingkat merek ‘Mercedes’ hasil sumbangan dari grup usaha Mayapada.

“Kita memang memberi bus yang terbaik, dikasih wifi sama AC, supaya pengendara motor bisa nyaman beristirahat,” ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta.

Seperti diketahui, kebijakan pelarangan sepeda motor di kedua jalan protokol itu memang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor. Mayoritas pengendara sepeda motor yang melintas di kedua jalan itu merupakan pengendara yang berasal dari luar kota seperti Depok dan Bekasi, dan bekerja di area perkantoran yang terletak di sepanjang jalan itu. 
Uji coba kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada 17 Desember 2014.
Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta Antonius Kosasih mengatakan, usai masa uji coba tersebut berakhir pada Februari 2015, BUMDnya sebagai perusahaan yang menangani pengoperasian bus tingkat di jalur tersebut akan kembali melakukan pengadaan sebanyak 70 unit bus tingkat.

“Bus tingkat yang digunakan adalah bus tingkat tipe double excel dengan 10 ban, bisa muat 80 sampai 90 orang. Kita sediakan gratis untuk melayani pengendara sepeda motor yang meninggalkan kendaraannya dan memilih untuk menaiki bus tingkat itu,” ujar Kosasih.

Foto Bus Tingkat Tahun 80an

Bus tingkat lama di Jakarta

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *