Pemerintah Beri Obat Gratis Untuk Pengidap HIV Aids

Meningkatnya jumlah penderita HIV membuat pemerintah melakukan terobosan baru dalam menangani penyakit ini. Pemerintah akan menyediakan pengobatan  gratis bagi masyarakat yang mengidap virus HIV/AIDS. Anggaran untuk pelayanan obat HIV gratis ini sudah disediakan oleh pemerintah melalui Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Sejauh ini, memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu. Namun, kata Nila, pemerintah telah menyediakan obat antiretroviral untuk menekan virus HIV yang telah menjangkiti tubuh penderitanya. Obat gratis antiretroviral ini cukup banyak disediakan pemerintah. Meski saat ini telah dianggarkan, bukan berarti negara terus membiayai kebutuhan obat para pengidap. Kata Nila, ketersediaan anggaran sangat terbatas.
Obat antiretroviral telah dikenal luas sebagai satu-satunya obat yang dapat menghambat perkembangan penyakit HIV/AIDS. Obat ini memang tidak menyembuhkan, tetapi setidaknya dapat memperpanjang harapan hidup penderita dan tetap bisa beraktivitas normalnya tanpa digerogoti kondisi sakitnya.

Apa itu obat antiretroviral ?

Obat yang dirancang untuk mencegah proses menjadi sakit setelah terifeksi HIV. Di Indonesia, jenis yang tersedia adalah Neviral (Nevirapine), Duviral (Lamivudin & Zidovudin), Lamivudin tunggal, Efavirens tunggal dan Stafudin tunggal.

Bagaimana obat ini bekerja ?

Obat ini bekerja dengan menjaga agar jumlah virus dalam hal ini HIV tetap rendah di dalam tubuh. Sehingga menghentian proses pelemahan sistem imun dan memberi waktu agar sistem imun dapat memulihkan diri setelah dirusak oleh HIV.

Kapan saya harus memulai terapi antiretroviral ?

Untuk mengetahuinya, pertama anda harus memastikan bahwa anda terinfeksi HIV (anda dapat membaca artikel mengenai tes HIV). Kemudian bila positif, maka anda harus memeriksa kadar CD4 anda. CD4 adalah protein yang menempel pada permukaan sel T yang berperan dalam mengenali sumber penyakit untuk kemudian mengatur sel imun lainnya menghancurkan penyakit tersebut. HIV bekerja dengan menempel pada CD4 lalu merusak sel T sehingga sistem imun anda tidak bekerja. Dengan tes CD4, maka anda dapat mengetahui sejauh mana virus telah merusak. Menurut WHO (World Health Organization), anda akan mendapatkan antiretroviral bila kadar CD4 < 200 cells/ mm3 dengan atau tanpa gejala klinis atau bila secara klinis sudah memasuki stadium 4.

Apa yang harus dilakukan sebelum memulai terapi ?

Anda harus melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi fisik anda yaitu adanya infeksi hepatitis, TB, kehamilan, obat suntik, riwayat psikiatri, riwayat pemakaian obat, hemoglobin, dan yang paling penting adalah kesiapan pasien mengenai terapi antiretroviral.

Apa saja efek samping yang mungkin timbul dari pemakaian antiretroviral ?

Mual, muntah dan diare adalah efek samping yang mungkin timbul. Tidak semua orang yang mendapat antiretroviral akan mengalami hal ini. Gejala ini bisa ringan saja atau berat hingga harus dirawat. Anda dapat meminta digunakannya obat lain yang dapat mengurangi atau menghilangkan gejala efek samping ini.
IRIS (immune reconstitution inflammatory syndrome) adalah penyakit yang timbul tak lama setelah meminum obat antiretroviral. Hal ini muncul akibat reaksi hebat setelah pemulihan cepat dari sistem imun, sehingga infeksi oportunistik yang tadinya tak terlawan atau dorman menjadi terdeteksi dan dihancurkan. Proses ini menimbulkan reaksi seluruh tubuh seperti sakit. Hal ini tidak berarti terapi gagal, bahkan terapi harus dilanjutkan, kecuali bila infeksi adalah cryptococcal meningitis atau tuberculosis maka terapi distop sementara hingga penyakit teratasi. Gejala biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu. IRIS mungkin terjadi bila sebelum terapi dimulai, kadar CD4 dalam tubuh sudah rendah.

Obat apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersama antiretroviral ?

Berikut adalah obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama antiretroviral karena akan menurunkan daya kerja obat (interaksi obat) yaitu :
Obat migraine seperti Cafergot dan Migranal
Obat-obatan herbal, misalnya kapsul bawang putih
Obat untuk mengatasi infeksi oportunistik seperti rifabutin untuk TB

Kapan terapi dikatakan gagal ?

Ada tiga hal yang dapat menyebabkan terapi gagal, yaitu resistensi virus terhadap obat, ketidakpatuhan dalam meminum obat, dan atau interaksi obat. Terapi dikatakan gagal bila jumlah virus dalam tubuh (viral load) > 50 copies/ml atau secara klinis gejala infeksi HIV memburuk atau tes CD4 menurun dari kadar awal. Tes sebaiknya dilakukan 1 bulan setelah menerima terapi.
Sebaiknya setelah memulai terapi antiretroviral, maka anda harus melakukan kunjungan ulang setiap minggu ke 2, 4, 8, 12 dan 24. Dan bila telah stabil maka setiap 6 bulan, untuk memonitor keberhasilan terapi dan kondisi fisik anda.

Bagaimana menjaga keberhasilan terapi antiretroviral ?

Kedisiplinan dan kepatuhan anda berperan penting dalam keberhasilan terapi. Hal ini berupa meminum obat setiap hari tanpa kecuali, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara (sebelum, selama, atau sesudah makan).

Tempat Mendapatkan  obat antireroviral

Untuk domisili jakarta, berikut adalah rumah sakit rujukan untuk terapi antiretroviral bersubsidi (gratis) :
 1. RS. Cipto  Mangunkusumo
 2. RS.Persahabatan
 3. RS. Mintoharjo
 4. RS. Gatot Subroto
 5. RSUD Duren Sawit
 6. RS. Kanker Darmais
 7. RSPI. Prof. Sulianti Saroso
 8. RS. POLRI Kramat Jati 
 9. RS. Fatmawati

Tempat Mendapatkan  obat antireroviral daerah luar Jakarta

  1. RS Adam Malik Medan
  2. RS Sanglah Bali
  3. RSU Pekan Baru
  4. RS Malalayang Menado
  5. RS Budi Kemuliaan Batam
  6. RS W. Sudirohusodo Makasar
  7. RS M. Husein Palembang
  8. RS Dr. Soedarso Pontianak
  9. RS Hasan Sadikin Bdg.
  10. RS Merauke
  11. RS Kariadi Semarang
  12. RS Selebe Solu Sorong
  13. RS Sardjito Yogyakarta.
  14. RS Jayapura
  15. RS Dr. Soetomo Surabaya
  16. RS Mitra Masyarakat,  Timika
sumber : viva.co.id
http://www.tanyadok.com/kesehatan/terapi-antiretroviral-untuk-hiv-aids

3 Comments

  1. Mengenai obat bantuan pemerintah ini sampai kapan kami akan mendapat gratis karena menurut dokter, obat ini perlu dikonsumsi terus-menerus. Keponakan saya ini punya adik laki-laki yang menderita hepatitis B kronik. Menurut dokter, obat untuk virus HIV juga dapat digunakan untuk hepatitis B. Mungkinkah adiknya juga mendapat obat gratis untuk hepatitis B?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *