Profil dan Biografi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri

Profil dan Biografi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri

Menteri Tenaga Kerja Kabinet Kerja Jokowi-JK , Hanif Dhakiri mempunyai nama lengkap Muhammad Hanif Dhakiri lahir di Salatiga, 6 Juni Maret 1972. Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam kabinet kerja jokowi-jk, ini adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Jawa Tengah X: Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.

M. Hanif Dhakiri adalah seorang professional muda dengan latar belakang politisi. Jabatan terakhirnya adalah Sekjend PKB hasil muktamar di Surabaya 2014, sebelum mengundurkan diri karena menjadi Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf kalla. Ia mengabdi untuk partai tersebut sejak tahun 1998.

Profil dan Biografi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri

M. Hanif Dhakiri merupakan aktivis yang kental dan matang dalam tradisi organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah mendirikan dan aktif di Jaringan Studi Transformasi dan Solidaritas Mahasiswa Salatiga dan Solidaritas Mahasiswa Salatiga (SMS). Ia juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjadi Ketua Komisariat IAIN Salatiga (1991-1992), Ketua PC PMII Salatiga (1994-1995), Anggota Pleno Koordinator Cabang PMII Jawa Tengah (1995-1996) dan Ketua Lembaga Studi dan Advokasi Buruh (LSAB) Pengurus Besar (PB) PMII (1997-2000).

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri

Dia dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) Periode 2011-2013. Ia bergabung ke PKB sejak awal pendiriannya, tahun 1998. Ia salah satu perumus dasar-dasar kepartaian PKB, termasuk menulis AD/ART PKB, naskah deklarasi, platform politik PKB yang dinamainya Garis-garis Besar Perjuangan Partai (GBPP). Ia juga turut mendesain logo PKB yang diilhami warna PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), dan gambar dasar khas NU, yakni bola dunia dan bintang sembilan.


M. Hanif Dhakiri merupakan salah satu Tim Asistensi PKB dibawah kepemimpinan H. Matori Abdul Djalil, mantan Ketua Umum PKB dan politisi terkemuka NU saat itu, yang diberi kepercayaan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), saat itu untuk menakhodai kapal besar PKB untuk pertama kalinya.

M. Hanif Dhakiri pernah studi pendidikan S-2 di Universitas Indonesia, ia juga telah menyelesaikan S-2 Universitas Nasional Jurusan Ilmu Politik. Persoalan ketenagakerjaan bukan hal asing bagi dirinya. Ia sempat berperan sebagai staf bagi Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Erman Soeparno, pada pertengahan 2006. Ia percaya pendidikan adalah salah satu kunci meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia. “Kelas buruh kita harus menjadi skilled labour. Para pekerja kita harus menguasai alih teknologi. Ini modal membangun keunggulan produksi nasional,” ujarnya menjadi spirit membangun kementrian Ketenagakerjaan.

Ia juga sempat menelurkan album musik berjudul “The Drizzle: Traces of a Broken Heart” yang ditujukan untuk merayakan pesta demokrasi Pemilu 2014. Album berisi 11 lagu ini dimaksudkan untuk mengajak kalangan muda agar tidak golput. “Musik ini diharapkan bisa mengajak pemilih pemula tidak lagi anti partai, dan tidak selalu menganggap Parpol (partai politik) itu kotor. Politik itu indah, fun dan menarik, jika politik itu kotor musik bisa membasuhnya biar bersih,” ujarnya.

Riwayat Organisasi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri

  1. Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
  2. Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014
  3. Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda PKB (DKN Garda Bangsa) Periode 2011-2013
  4. Anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PKB
  5. Anggota Komisi X DPR RI yang mengurusi masalah Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan.

Buku dan artikel, karya M. Hanif Dhakiri

  1. Menggagas Fiqh Perburuhan (1999)
  2. Paulo Freire, Islam dan Pembebasan (2000)
  3. Post-tradisionalisme Islam (2000)
  4. Politik Melayani Basis (2001)
  5. Menjadi Politisi Manajer (2001)
  6. Kiai Kampung dan Demokrasi Lokal (2007)
  7. Mengapa Memilih PKB? (2008)
  8. 41 Warisan Kebesaran Gus Dur (2011)
  9. NU: Jimat NKRI, Jimat Indonesia
  10. Pedoman berpolitik warga NU (2013)
Inilah Perbedaan KIS, KJS, JKN, dan BPJS Kesehatan

Inilah Perbedaan KIS, KJS, JKN, dan BPJS Kesehatan

Kartu Indonesia Sehat (KIS) telah resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo  pada 3 November 2014. Banyak masyarakat yang tidak tahu apa kegunaan KIS karena sudah ada program-program jaminan kesehatan lainnya, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan khusus untuk wilayah DKI Jakarta, sudah ada Kartu Jakarta Sehat (KJS).
Perbedaan KIS, KJS, JKN, dan BPJS Kesehatan
Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati , pada dasarnya, KIS, JKN, dan KJS adalah program-program yang berada di bawah koordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
KIS, kata Dien, adalah perpanjangan dari program JKN yang khusus menyasar para fakir miskin. JKN merupakan program yang diluncurkan per 1 Januari 2014.

“Jadi, warga miskin yang dulu terdaftar di Jamkesmas, sekarang terdaftar di Kartu Indonesia Sehat. JKN dan KIS datanya juga dari BPJS. Jadi, semuanya satu pintu. JKN dan KIS itu kartunya, pelaksananya BPJS,” papar Dien.

Mengenai hubungan antara KIS dan KJS, menurut Dien, keduanya sama-sama menyasar kalangan fakir miskin. Namun, KIS dapat menutupi kekurangan pada KJS, yakni dapat membantu warga fakir miskin yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta, tetapi tinggal di Jakarta.
Menurut Dien, selama ini banyak warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta yang tidak bisa mendapatkan KJS dan memperoleh pelayanan kesehatan karena tidak memiliki KTP DKI.

“Jadi, para PMKS kalau tidak punya KTP DKI tetap bisa punya KIS. Kalau orang tidak punya KTP DKI tetapi dia tinggal di Jakarta sebagai PMKS, itu yang menjadi sasaran KIS,” ujar Dien.

Atas dasar itulah, Dien memastikan tidak akan ada penerima ganda dari progran-program tersebut. 

“Tidak bakal ada tumpang tindih. Kan semua datanya itu diperoleh dari data milik BPJS. KJS kan juga sudah kita integrasikan dengan BPJS,” ujar dia

Dirut PT.Pos Indonesia Ditetapkan Sebagai Tersangka

Dirut PT.Pos Indonesia Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT.POS Indonesia Budi Setiawan sebagai tersangka. Dikutip dari antara, Budi ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan alat layanan informasi dan komunikasi di perusahaan itu tahun anggaran 2013.
Budi Setiawan
Penetapan Dirut PT.Pos sebagai tersangka baru itu diputuskan setelah penyidik menemukan alat bukti permulaan keterlibatannya Dirut PT Pos Indonesia dalam kasus itu. Penetapan ini sesuai Sprindik: 100/F.2/Fd.1/10/2014 tanggal 21 Oktober 2014.
Dua tersangka lainnya, yakni M, pejabat PT Pos Indonesia dan E selaku direktur perusahaan rekanan pengadaan alat tersebut. Kejagung pada awal September 2014 telah menyita sejumlah alat Portable Data Terminal (PDT) atau alat layanan informasi dan komunikasi dari PT Kantor Pos Besar Area IV Jakarta. alat tersebut merupakan alat yang digunakan petugas di lapangan untuk memudahkan kontrol pengantaran barang. Pada kenyataannya,  alat itu tidak berfungsi alias tidak bisa dipakai hingga negara berpotensi mengalami kerugian mencapai Rp10,5 miliar.
Hari Pertama Jokowi Presiden, Istana Dipenuhi Warga

Hari Pertama Jokowi Presiden, Istana Dipenuhi Warga

Joko Widodo alias Jokowi sudah resmi menjadi Presiden republik Indonesia. Jokowipun menjadi penghuni baru istana kepresidenan. Di hari perdana Jokowi berkantor, Istana Merdeka dipenuhi rakyat yang ingin bertemu dan mengucapkan selamat atas pelantikan Jokowi-JK.
warga padati istana presiden
Ratusan warga masyarakat sudah mulai berdatangan ke Istana Merdeka Sejak pukul 11.00 WIB, Mereka masuk melalui pintu samping Istana. Istana Presiden yang biasanya tampak hening dan tak tersentuh masyarakat, sepanjang siang hari ini menampilkan kondisi yang berbeda. Pasca Joko Widodo dilantik sebagai Presiden, ribuan masyarakat mulai dari yang bersandal jepit hingga berjas, bebas masuk ke dalam istana.
Banyaknya warga yang memadati istana presiden cukup merepotkan paspampres. warga dan relawan tumplek memadati sisi kiri kanan halaman Istana. Kehadiran mereka bahkan meluber hingga ke jalan aspal, tempat jalur masuknya Jokowi usai arak-arakan.
Istana Merdeka memang sempat steril saat persiapan menerima kunjungan tamu negara sahabat. Namun, Istana kembali mudah dimasuki warga saat Jokowi pergi menuju Monas.